Tampilkan postingan dengan label Perjalananku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalananku. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Juni 2020 0 komentar

Gunung Nepo Parepare ( Bulu Nepo ) ±815 MDPL


Pos 4 Bulu Nepo. Doc : 2017

Gunung Nepo atau biasa dikenalnya dengan Bulu Nepo adalah lokasi camping yang juga sebagai puncak tertinggi tiga perbatasan Kota Parepare, Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Barru bagi kalangan pendaki, Pramuka dari semua kalangan daerah disekitarnya untuk sekedar melepas penat dari hiruk pikuk keramaian kota .

Gunung Nepo ini hanyalah level bukit karena ketinggiannya ±815 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut). 

Rekaman GPS Jalur Bulu Nepo. Doc 2018
Perjalanan ke bukit ini lumayan juga rasanya yang panas karena berada hanya beberapa kilometer dari pesisir laut. Selain itu jalur pendakiannya yang panjang kurang lebih rutenya total ±12 kilometer dapat ditempuh sekitar 3-4 jam tanpa beban berat dan 7-8 jam dengan beban bahan makanan yang lezat menambah ciri khas gunung ini. 

Suasa pemandangannya tak kalah indah dengan suguhan padang rumput savana yang menghijau dimusim yang normal. sebaliknya saat musim kemarau luar biasa gersang nya berdebu dan bahkan kebakaran dibeberapa jalur. Rute Bulu Nepo yang tergilas zaman kini sudah bukan jalur Bulu Nepo yang dulu namun para pendaki yang ingin refresing punya cerita buat anak cucu kelak ataupun cerita dalam tongkrongan sebaiknya mencoba ke tempat ini. Melihat Tenggelamnya Sunset di lautan dan kelap-kelip kota Parepare saat malam hari dan indahnya pantulan cahaya Bulan Purnama yang menyala pada Danau Sidenreng dan Danau Tempe.


Entry Point Desa Terakhir – Pos 1 (  04003’36.2” S 119040’07.4” E ) ±306 MDPL ±1 jam
Entry Point Samping Masjid. Doc: 2017
Ketempat ini starnya kebanyakan dari daerah Wattang Bacukiki di koordinat Googlemaps ( -4.055510, 119.658443 ) pas samping masjid Al Mujahidin. Tak ada gerbang atau penanda semacam penunjuk arah atau tulisan. Hanya melewati jalan setapak samping rumah warga menuju kearah hutan tempat mereka berkebun. Jadi jika ingin kemari sebaiknya ada teman yang anterin atau mau pake peta buta lebih mantap. Tak jauh berjalan akan menemukan jalur motor lalu ikuti saja jalur motor itu yang pastinya arah yang mendaki ya bukan yang turun.
Sepanjang pendakian akan berpapasan dengan motor Pengangkut Ballo'.
Doc : 2018
Dahulu hanyalah jalan setapak, dari tahun ketahun dilalui motor pa’ballo (sejenis petani minuman keras khas Sulawesi Selatan) akhirnya sudah bisa sampai kaki gunung deh dengan motor. Namun jangan lupa tabahkan hati kuatkan tekad jika ingin mendaki disini ya karena kadang lelahnya berjalan tiba-tiba ada motor lewat. Selanjutnya melewati hutan jati dengan perjalanan yang awalnya agak melandai namun semakin menanjak dan menanjak dan rasanya sangat gerah karena daerah perbukitan dataran rendah pastinya pengap.
Sekitar sejam berjalan bagi yang bawa ransel kerel akan menemui pos 1  

Pos 1 Doc: 2012

tanpa ada penanda pos saya menganggapnya saja pos 1 karena tempat ini pemandangan sudah agak terbuka selepas hutan, berada di pinggir jurang bukit dan sering terasa sejuk setelah gerah lalu dihempas angin.


Pos 1 ke pos 2 (  04004’05.5 S 119040’56.1” E ) ±508 MDPL ±1 jam

Jalur Pos 1 Ke Pos 2. Doc : 2017
Jalurnya ada dua, motor dan jalan setapak perbukitan penghujung jalannya akan tetap bertemu. Sebaiknya milih jalur perbukitan langsung nanjak namun terbuka, jadi jangan coba-coba melalui jalur ini di jam siang kecuali anda memang ingin mencobanya. Sepanjang jalur ini pemandangannya memang indah sudah tampak sebagian kota Parepare dan hamparan laut lepasnya, saat melewati sore akan tampak sunset indah yang tenggelam dilautan. Tak lama nanjak akan melewati kembali jalur motor dan sudah landai dan kadang agak turun sedikit dengan suasana pohon-pohon dan semak belukar, saat ini beberapa ada bekas kebun. Sampai tiba dapat rumah kebun disamping jalur.

Pos 2-pos 3 (  4004’06.2” S 119041’27.5” E ) ± MDPL ±45 menit
Pemandangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Pertama Indonesia Antara Pos 2 Ke Pos 3
Bulu Nepo. Doc 2019
Perjalan star dari rumah pos 2 tadi ini langsung juga ada percabangan keduanya jalurnya rata, pilih kekiri berarti kita akan ke Meriam ( Meriam besi jaman dahulu) dan akan ada sumber air sekitar tempat ini berupa mata air. Dari rumah harus pilih kanan ya lalu terus dapat cabang lagi pilih yang kiri yang datar dan agak terbuka karena ke kanan rutenya masuk hutan dan penurunan. Lanjut aja terus sampai dapat rumah kebun lagi tanpa dinding.  Rumah ini meripakan tempat istirahat para pencari Ballo’ dan sekitar rumah itu ada sumber air berupa sungai kecil musiman.

Pos 3 – pos 4 (  4004’33.4” S 119041’42.7” E ) ±694 MDPL ±45 menit
Pos 3 Rumah Kebun tanpa dinding. Doc : 2017

Star dari pos 3 tadi kita melewati hutan awalnya landai lalu lumayan nanjak melewati jalur kiri dari rumah jalur motor, jalur kanan dari rumah kebun jalan setapak yang dahulu dikenal dengan sebutan jalur Batu menangis yang lumayan terasa nanjaknya melewati jalur batu-batu karang yang rasanya memang mau menangis krn rutenya mungkin. Tiba di puncak punggungan jalur itu lalu penurunan dan terlihat akan lepas dari hutan namun jalurnya nanjak panjang, saat melwati jalur terbuka ini sudah terlihat padang savana yang indah dimusim hujan, sebelah kanan terlihat kota parepare dan sebagian daerah Kabupaten Barru.  Tempat ini sangat pas untuk beristirahat sejenak karena puncak bukit savana yang terlihat ujung jalurnya adalah pos 4. Lanjut naik dapatlah padang savana yang lumayan landai untuk camp dan dapat melihat pemandangan kota parepare dan di pos ini ada sumber air berupa rembesan sekitar 100 meter agak turun masuk hutan. Pos 4 ini merupakan tempat favorit saya untuk camp jauh dari hiruk pikuk kota Parepare.

Pos 4 – pos 5 (  4004’43.5” S 119042’41.2” E ) ±730 MDPL ±1 jam


Pos 4 Bulu Nepo Doc : 2012, 2018, 2019
Star dari pos 4 akan melewati naik turun bukit dan kadang terbuka tertutup denga rute jalur motor, sepanjang perjalanan sudah tidak dapat lagi melihat kota parepare. Sekitar 30 menit berjalan akan dapat penghujung turunan dan akan nanjak panjang, sampai dapat sebuah pohon mente hidup sendiri ditengah padang dan ada batu besar dibawahnya biasanya mampir istirahat disini melepas penat jika kondisi siang hari pasti sangat panas karena terbuka. Karena pasti akan mampir disini jadi saya anggap aja ini adalah pos 5.

Pos 5 ke pos 6 (  4004’33.5” S 119042’55.6” E ) ±731 MDPL ±30 Menit
Pos 6 Nepo bersama FIKES Umpar Doc : 2012
Star dari batu pos 5 ambillah nafas panjang persiapan kekuatan berjalan ditengah terik jika siang hari. Namun sepanjang jalan ini melewati padang savana dan terlihat bukit teletubis hijau yang tak mungkin terlihat bagi yang lewat malam. Rutenya gak terlalu nanjak namun terasa panjang hingga melewati sungai kecil musiman yang sekitarnya tanahnya merah ( tanah liat ), tak lama setelah itu landai dan terlihat ujung hutan yang merupakan tanda pos 6, di pos 6 suasananya tertutup dan ada sungai dekatnya sehingga kebanyakan camp ditempat ini sebagai tempat star untuk kepuncak.

Pos 6 – Puncak (  4004’41.3” S 119043’15.9” E ) ±694 MDPL ±30 menit
Pos 6 Nepo Pembuatan Trianggulasi Doc: 2014
Jika camp di pos 6, sebaiknya naik jam jam 5 subuh biar dapat melihat sunset dari ufuk timur, rute nya melewati hutan belantara jalur motor, tak jauh dan tak nanjak banget lalu dapat pertigaaan yang merupakan kaki bukit Nepo dengan penanda arah puncak ke kiri. Dari sini baru nanjak banget hingga ke puncak karena penanda kekanan merupakan jalur petani ke kampung Bukere Kabupaten Sidrap. Semakin mendekati puncak semakin rasanya lutut mau kecium saking miringnya, rutenya selepas hutan akan melewati padang savana jika balik akan terlihat pemandangan wow amazing deretan perbukitan di sekeliling dan kota Parepare dengan hamparan laut lepas nya terlihat.
Jalur Menuju Puncak Nepo. Doc 2019
 Tiba dipuncak luasnya cukup untuk mendirikan 2-3 tenda kecil. Ditandai dengan trianggulasi sekitar 50cm merupakan titik tertringgi perbatasan tida daerah Kota parepare kabupaten sidrap dan Barru. Terlihat sekeliling perbukitan, kincir angin raksasa pembangkit listrik tenaga angin pertama Indonesia sampai danau Sidenreng dan danau Tempe juga terlihat. Di puncak sangat tepat untuk lokasi camp namun tidak ada sumber air jadi harus membawa secukupnya dari sungai pos 6.
Puncak Bulu Nepo.
Doc : Pembuatan Trianggulasi ( Kiri 2014). HUT RI ( Kanan 2019)

Tips dan Info Camping ke Bulu Nepo :
  • Berangkatlah pagi biar gak terlalu dapat terik siang dalam perjalanan untuk dapat menikmati pemandangan sekitar perjalanan.
  • Targetkan nginap di pos 4 atau puncak sehingga dapat menikmati sunset dan sunricenya langsung dari lokasi camp.
  • Pos air hanya ada di pos desa, pos 2, pos 4, pos 6.
  • Bawalah bahan makanan yang lezat sehingga suasana camping mu asyik.

Salam Sehobbi,
Tetap Mendaki.






Selasa, 19 Mei 2020 0 komentar

7 Puncak Indonesia


Nah teman-teman pemimpi, pernahkah kalian bermimpi mendaki puncak tertinggi daerah tempat tinggal kalian ? atau bermimpi mendaki puncak tertinggi Provinsi kalian? Atau Pulau kalian atau 7 puncak Indonesia?
Jika pernah mantaplah kita sehobi.
Jika tidak pernah, ayo bangun lalu bangkit kerja dapat duit kejar impianmu.

sobat petualang saya sendiri dahulu hanya berwacana mampu 3 puncak doang dari 7 puncak Indonesia, tapi rencana dan keinginan Tuhan memang sangat indah. dalam jangka 2 tahun sudah selesai 6 puncak dengan dibiayai dari hasil keringat sendiri kerja keras dari nguli bangunan, cabut rumput, sampai driver grab motor. jadi jika saya mampu berati kamu lebih mampu sodaraku.

7 Puncak Indonesia atau biasa kita mendengarnya dengan sebutan “Seven Summits Indonesia” Konsep tersebut di pilihnya berdasarkan 7 pulau besar yang ada di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,  Papua, serta Kepulauan Maluku dan Kepulauan Sunda Kelapa ( Deretan Pulau Bali Lombok Nusa Tenggara ). Langsung saja apa dan dimana saja puncak-puncak tersebut, dari yang terendah sampai yang tertinggi ya, eksekusi


1.     Puncak Kakam Bukit Raya Kalimantan

Nah puncak paling rendah dari 7 puncak tertinggi Indonesia ada di Kalimantan, ketinggiannya memang 2278 MDPL, lokasinya berada tepat di tengah-tengah pulau Kalimantan, walaupun paling rendah dari 7 Puncak Indonesia tetapi perjalanan ke puncaknya lumayan yang terpanjang banget, sekitar 30km jarak tempuh panjang pendakiannya. salah satu rute tercepat via Pontianak Kalimantan Barat Desa Rantau Malam kabupaten Sintang merupakan desa terakhirnya.  

2.    Puncak Para Raja Binaiya Maluku

Nama Binaiya ada diabadikan di sebuah nama Kapal PELNI, ya Gunung Binaiya ketinggian 3027 MDPL adalah puncak ke 6 tertinggi dari 7 puncak Indonesia, tapi sangat jarang pendaki bisa tiba di Puncak Asli Binaiya yang ketinggiannya 3055 MDPL. Saya sendiri sampai pada puncak aslinya. lokasinya ada di Pulau Seram Kepulauan Maluku. Pendakian ke puncak ini lumayan berat karena karakteristik gunungnya berupa batuan cadas. Disana kita bisa melihat parang Pattimura yang ada di uang 1000 rupiah. Ngomongin Puncak Asli sebernarnya terlihat dan memang lebih tinggi dari puncak yuang biasanya kita lihat diposting teman pendaki yang dari sana, puncak Asli ini sekitar 3 jam lagi perjalanan naik turun gunung.

3.    Puncak Rante Mario Latimojong Sulawesi

Dikenalnya kalangan pendaki adalah gunung Latimojong merupakan puncak tertinggi di Pulau Sulawesi ketinggiannya 3478 MDPL, dari 7 puncak Indonesia ketinggiannya ada di urutan ke 5. Gunung ini merupakan hutan hujan tropis dengan jalur pendakian yang juga kategori berat. 90% perjalanan pendakian merupakan tanjakan dengan kemiringan hebat. Sangat terasa saat jika perjalanan turun pada paha dan betis. 

4.    Puncak Mahameru Semeru Jawa

Gunung Semeru adalah tertinggi ke 4 dari 7 puncak Indonesia merupakan gunung merapi aktif, saking aktifnya per 7-10 menitan terjadi letupan pada kawahnya. Saat itulah yang paling ditunggu untuk berfoto saaat berada dipuncaknya dengan latar belakang asap letusannya. Ya tapi dibalik indahnya itu perjalanan ke gunung ini bisa dikategorikan lumayan mudah sampai kaki gunung menuju puncak atau dikenalnya pos Kalimati, namun sebaliknya perlu penjuangan extra untuk muncak ke puncaknya karena jalur yang dilalui adalah pasir yang bisa membuat terengah-rengah karena terperosok turun jika kita menginjaknya. Ya macam main pasir-pasir.

5.    Puncak Dewi Anjani Rinjani Lombok

Gunung Rinjani juga merupakan gunung berapi aktif, puncak ini nomor 3 dari 7 puncak Indonesia. pendakian ke gunung ini merupakan gunung yang paling lengkap suguhannya. Ada Gunung dapat puncak pastinya, ada Danau ada mancing, ada air terjun ada air Panasnya plus bule berbikini depan mata, ada dingin ada panas banget dalam perjalanan. Pokoknya satu kemasan dalam satu perjalanan. Berapa di Pulau Lombok gunung ini lumayan juga rasa pendakiannya yang panjang rasanya.

6.    Puncak Indrapura Kerinci Sumatra

Gunung Kerinci dikenal dengan Puncak Ke dua tertinggi di Indonesia, yah karena dana kesini masih bisa lah untuk diupayakan bagi orang-orang yang memang pejuang mimpi. Ketinggiannya 3805. Berada di Pulau Sumatera dengan rute Kota Padang Sumatera Barat. Perjalanan ke puncak gunung ini walaupun tertinggi ke 2 di Indonesia tetapi gak sesulit latimojong sama Binaiya dan gak sepanjang Bukit raya dan Rinjani. Ya tapi gak boleh teledor juga harus tetap matang dalam persiapan.


7.    Puncak Cartenz Piramid Jaya Wijaya Papua

Ngomongin Puncak Tertinggi ini yang ketinggiannya 4800an ini, tertinggi mewakili Indonesia tentunya dan juga mewakili puncak ke 7 dari 7 puncak DUNIA. dan ya bahkan dunia saja mengkategorikannya pendakian yang berbiaya sangat mahal. Saat ini masih ngimpi dalam proses sih persiapan perlengkapan dulu lah, setidaknya bukan wacana abadi bin forever. karena ke puncak jaya bukan saja mendaki doang, disini juga harus ada alat climbing atau panjat ya. tebing berbentuk piramid inilah yang akan dipanjat, perlu stamina extra plus plus bgitupun persiapan peralatan dan juga duit tentunya.
Saya pemimpi yang nyata, mari kita eksekusi dengan bekerja dengan baik setelah itu gajian beli alat. wkwkwkwk



Note: kisah ini dituliskan berdasarkan pengalaman. saat ini belum bisa bercerita banyak melalui ketikan, salam sehobi
Senin, 18 Mei 2020 0 komentar

TOLANGI - BALEASE

Maaf gan...
masih sementara pengetikan...

Info Lengkap :
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.787907287912276&type=3
Rabu, 21 Oktober 2015 0 komentar

RANTE MARIO PART 10 ( Edisi Sumpah Pemuda 2015 )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan...
Sabtu, 27 Juni 2015 0 komentar

RANTE MARIO PART 9 ( Edisi With SMKN 3 Palu )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan...
Kamis, 18 Juni 2015 0 komentar

RANTE MARIO PART 8 ( Edisi Welcomes Ramadhan 1436H )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan...
Minggu, 23 November 2014 0 komentar

RANTE MARIO PART 7 ( Edisi With KPA MARIO Soppeng )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan...
Rabu, 05 November 2014 0 komentar

RANTE MARIO PART 6 ( Edisi Wisuda II )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan...
Kamis, 18 September 2014 0 komentar

RANTE MARIO PART 5 ( Edisi KELAPA Home's )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan....
Sabtu, 03 Mei 2014 0 komentar

PEPATAH KUNO

Beri saya seekor ikan dan saya makan selama satu hari.
Ajari saya memancing dan saya akan makan seumur hidup.

Ajari saya persuratan dan saya akan punya pengalaman sebuah.
Beri saya perlengkapan camping dan saya akan punya pengalaman banyak.

Renungan Jiwa di Januari 2012
By : Awal bangkitanya meninggalkan "Secret"
Sabtu, 01 Februari 2014 0 komentar

PUISI SANG PENDAKI

SUATU KETIKA, SAAT PERJALANAN ITU TINGGAL SELANGKAH LAGI
Oleh:

Aku adalah Latimojong yang angkuh
Dan kamu pendaki keras kepala yang terus mengayunkan langkah kecil
Dengan tekad itu
Kamu melawan dingin di sekujur tubuhku
Juga mistisnya suatu tempat yang kamu namai pos V
Entah...

Di rahim mana ibumu menjagamu?
Di urat mana darah ayahmu mengaliri tubuhmu?
Pertanyaan itu selalu saja bermuara pada kekosongan
Sebab yang aku tahu pada akhirnya kau akan membawa nama mereka
Turut serta menuju puncak sejatiku

Kemarilah...
Katanya kamu adalah kekasihku
Sebentar lagi kamu akan sampai

Kemarilah...
Aku ingin kamu segera merangkulku dalam dekap paling hangat
Aku ingin segera bercerita padamu tentang kita;
Sepasang kekasih yang tak dijodohkan
Bahwa aku adalah Latimojong dan kamu pendaki
Dan betapa angkuhnya kita berdua

*kudedikasikan untuk mereka semua yang pernah melukiskan jejaknya di 3478 MDPL
Di antaranya ada Nia Arsyad, Iank Pena, Aiieuw Rindang Sejala, Herman Maman, Arjuna Young, Adhe Izzah Nadhirah, Hadi, dan Janna Inram

Makassar 21-01-2014


Sumber Penulis : Armand Elgibran
Rabu, 11 Desember 2013 0 komentar

RANTE MARIO PART 4 ( Edisi Deklarasi KELAPA Adventures )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan....
Minggu, 11 November 2012 0 komentar

RANTE MARIO PART 3 ( Edisi Tanggal Cantik )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan....
Kamis, 20 September 2012 0 komentar

RANTE MARIO PART 2 ( Edisi KKN UMPAR 2012 )

Maaf gan...
masih sementara pengetikan....
Jumat, 17 Juni 2011 0 komentar

RANTE MARIO PART 1 ( Edisi Pemandangan Terindah )

Puncak Tertinggi Pulau Sulawesi. Pegunungan Latimojong Puncak Rante Mario 3478 MDPL
Pendakian Perdana kepuncak tertinggi Pulau Sulawesi beranggotakan 4 orang. Kak Imam, Kak Bas, Herman, dan Saya.
Perjalanan star dari Kota Parepare menuju Kabupaten Enrekang. Perjalanan di lalui dengan kendaraaan roda dua. Dengan bekal  dua buah carel besar dan 3 daypack kami berangkat berpasang-pasangan. Sekitara jam 09.00 kami meninggalkan secret MAPALA SALAWAT. Pendakian ini merupakan pendakian perdanaku ke Latimojong setelah lama kumimpikan kesana juga sepertinya perjalanan perdana ke daerah Baraka daerah jalur menuju pegunungan latimojong. Perjalanan saya lalui dengan semangat yang mengebu-gebu meskipun dengan beban yang berat di motor. Herman yang bertubuh lumayan kekar saya bonceng dengan motor Vega-R ku. Tak terasa sudah masuk daerah Kabupaten Enrekang dan jalan sudah semakin berliku-liku. Kecepatan motorku pun masih tetap kupacu sekitaran 70-80 km/jam.  Tak beberapa lama dijalur yang berkelok-kelok saya melalui jalan yang bergelombang dan bisa juga dikata sudah berlubang ang cukup dalam.  Dengan carel didepan dan satu carel dipunggung Herman saya tidak mampu mengimbangi motor sehinggi terjatuh parah. Saya dan Herman terjatuh sesaat namun motor terlempar jauh kebawah karena turunan. Motor hancur rusak parah bagian depan dan tidak bias lagi digunakan. Bagian bambu depan bengkok beserta segitiga motor. Lampu dan tengkorak terpecah namun sayap untunglah masih utuh. Kondisi Herman hanya shok karena tidak jauh terhempas karena ada carel dipunggungnya. Sedang saya luka berdarah bagian bahu, punggung, dan betis karena ikut terhempas saat motor terjatuh.  Saya baru sadar ketika motor dan semua team dirumah salah seorang warga dekat tempat kami terjatuh. Luka berdarah ku diobati. Namun yang terasa sakit adalah bagian betis yang sepertinya luka dalam karena terbentur. Setelah istirahat sejenak saya ditanya kondisiku apa masih bisa atau batalkan saja dulu karena melihat kondisi lukaku. Namun semangat ku untuk ke Latimojong yang sangat besar dan memang sudah lama sekali berkeinginan kesana tapi dihalangi terus sakit pada betisku tidak saya hiraukan. Padahal sakit pada betisku terasa saat saat melangkah berpijak. Sakitnya sakit sekali tapi tidak ingin saya bilang supaya perjalanan tidak dibatalkan. Kebetulan tuan rumah berbaik hati akan membantu memperbaiki motorku dibengkel tetangganya. Keputusan akhirnya saya dan Herman melanjutkan perjalanan dengan mobil panther dan Kak Imam dan Kak Bass menunggu dititik pertemuan daerah Baraka. Jam sudah jam 16.00 sore. Saya dan Herman naik mobil Panther bersama carel dan Daypack. Sekitar jam 18.00 lewat magrib saya dan Herman diturunkan di depan Puskesmas Baraka. Menyusul pula sudah tiba Kak Imam dan Kak Bass dengan motor. Kami menuju Ke sebuah perumahan dalam kompleks SD teman lama Kak Imam yang juga basecamp KPA Lembayung Baraka. Sampai disana syukurlah bertemu teman lamanya yang bernama Kak Indra namun teman-teman KPA Lembayung tidak ada berhubung lagi ada kesibukan semua. Kami menginap disana.
Pagi hari menjelang siang kami memutuskan mengendarai roda 4 yang biasanya masuk ke Desa Latimojong. Yang kami dapat mobil truk pendek dengan harga sewa Rp.25.000 /org. namun informasi supirnya hanya sampai Dusun Rante Lemo. Dusun paling ramai didesa Latimojong. Kami naik truk


 
;